RBN, JAKARTA — PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) memastikan operasional Gardu Induk Sistem Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) Kembangan tetap berjalan normal meskipun wilayah sekitar terdampak banjir. Hal ini dilakukan melalui pelaksanaan siaga banjir oleh PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Durikosambi sebagai upaya pengamanan aset ketenagalistrikan.
Berdasarkan hasil inspeksi dan pemantauan langsung di lapangan, area bangunan utama GISTET Kembangan tidak mengalami genangan air. Elevasi peralatan utama, struktur pondasi, serta sistem proteksi gardu induk berada dalam kondisi aman dan beroperasi sesuai standar. Seluruh parameter operasi sistem transmisi terpantau stabil.
Namun demikian, akses menuju lokasi GISTET Kembangan terdampak banjir dengan ketinggian genangan sekitar ±50–70 sentimeter, sehingga kendaraan operasional tidak dapat melintas. Untuk memastikan kegiatan pengawasan tetap berjalan, mobilisasi personel dilakukan menggunakan perahu karet dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja.
Dalam kondisi siaga banjir ini, PLN UPT Durikosambi melakukan sejumlah langkah teknis, antara lain: Penyiagaan personel serta pemasangan flood gate di GISTET Kembangan, Memonitoring secara intensif kondisi peralatan primer dan sekunder, Pemeriksaan sistem drainase, pondasi, dan elevasi peralatan
serta Pengamanan panel kontrol, sistem proteksi, serta jalur kabel dari potensi kelembaban serta Penerapan ketat prosedur K3 ketenagalistrikan dan K3 lingkungan
General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan siaga dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan gardu induk pada kondisi banjir.
“PLN memastikan GISTET Kembangan tetap aman dan andal. Meskipun akses menuju lokasi terendam banjir, petugas tetap melakukan pemantauan dengan dukungan peralatan keselamatan, termasuk penggunaan perahu karet, demi menjaga keandalan sistem transmisi,” ujarnya.
PLN UIT JBB akan terus melakukan pemantauan berkala dan koordinasi dengan unit terkait guna mengantisipasi perkembangan kondisi banjir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kontinuitas dan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan tetap terjaga, meskipun dalam situasi cuaca ekstrem.


