RBN, SPORT – Kisruh di internal Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok belum menemukan titik temu. Pasalnya, keluhan atlet balap Kota Depok yang menuntut haknya belum ditanggapi pihak IMI Kota Depok maupun KONI Kota Depok.
Ketua Umum KONI Kota Depok, Herry Suprianto mengatakan pihaknya akan berusaha memediasi kedua belah pihak, karena hingga saat ini kedua belah pihak belum sempat bertemu.
“Kita sedang berusaha untuk memediasi kedua belah pihak. Semoga ada kemudahan,” kata Herry Suprianto saat dihubungi (11/2/2026)
Terkait pernyataan yang mengatakan pihak KONI belum mau menerima aduan dari para atlet dibantah Herry. Menurutnya pihaknya tidak menolak aduan dari pihak atlet.
“Kami tidak menolak, mungkin saat itu memang sedang tidak ada pengurus,” kilah Herry.
Selain itu, dia juga menyampaikan pihaknya sangat berhati-hati dalam menanggapi permasalahan di internal IMI Kota Depok. Pasalnya pihaknya tidak ingin masalah semakin meruncing, sehingga merugikan atlet balap Kota Depok.
Namun demikian, pihak KONI menyampaikan jaminan atlet balap Kota Depok jika ancaman pencabutan Kartu Ijin Start (KIS) sebagai syarat balap bakal dicabut ketua IMI Kota Depok.
Herry mengaku akan kembali memulihkan KIS pembalap jika memang benar-benar dicabut.
“Intinya KONI juga menyayangkan kalau atlet harus dicabut ijinnya (KIS, red). Tapi saya yakin, kalau itu benar, bisa dipulihkan,” tukas Herry.
Sebelumnya, diberitakan kontingen balap Kota Depok masuk babak final Porprov Jawa Barat XIV 2025 yang akan dilaksanakan di Pakansari Kabupaten Bogor November 2026, setelah lolos dari babak kualifikasi di Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.
Sayangnya, motor yang akan dibawa kebabak final sebanyak empat unit harus ditarik leasing, sehingga para atlet kebingungan untuk latihan, guna mempersiapkan babak final November 2026 mendatang.
Apalagi, para atlet mengaku harus mengeluarkan dana secara pribadi untuk event Babak Kualifikasi (BK) Porprov Jawa Barat XIV tahun 2025.
Sebagai pelaku otomotif di Kota Depok, Endang Ridnawidana menyampaikan bahwa Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok harus bertanggung jawab atas hal tersebut. Karena para atlet telah lolos BK Porprov Jawa Barat XIV tahun 2025.
“Infonya dari pihak KONI Kota Depok sudah mencairkan dana untuk pembelian unit. Tapi kok, unit nya ditarik dealer?. Para atlet pada melaporkan hal ini kepada saya,” ujar Endang kepada awak media, Senin, (2/2/2026).
Lebih lanjut ia pun menegaskan bahwa pihak IMI Depok harus mempertanggung jawabkan perihal penarikan unit balap yang ditarik oleh pihak dealer.
“Gimana para atlet mau latihan, unit nya saja ditarik oleh pihak dealer. Lagi pula, infonya unit tersebut harusnya dibeli secara cash dan bukan kredit. Ada apa dengan IMI Depok?,” tegasnya.
Sebagai atlet balap, Muhammad Firza Ibatullah (20) dan Muhamad Ridwan Setiawan (20) merasa sangat kecewa terhadap penarikan unit balap tersebut.
Penarikan unit balap tersebut sangat berdampak kepada performa para atlet ketika bertanding dikemudian hari.
“Kita latihan pakai apa?. Unitnya ditarik dealer,” ucap Firza.
Sebagai peraih medali Perak di Kejuaraan Propinsi Jawa Barat tahun 2022, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa untuk mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jawa Barat XIV 2026.
“Intinya kita tidak bisa tampil maksimal,” kata Firza.


