RBN, TANGERANG – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cikupa menggelar simulasi tanggap darurat kebakaran dan banjir di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500kV Balaraja. Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai dan Tenaga Alih Daya (TAD) dalam rangka peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Simulasi dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan personel dalam merespons potensi kebakaran dan banjir secara cepat dan aman sesuai standar operasional prosedur (SOP). Kegiatan ini juga bertujuan meminimalkan risiko korban, kerusakan aset, serta gangguan terhadap keandalan sistem kelistrikan.
Manager PLN UPT Cikupa, Riza Fahlefi, mengatakan simulasi tanggap darurat diperlukan untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja.
“Simulasi ini memastikan pegawai dan Tenaga Alih Daya memahami prosedur serta peran masing-masing agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan sesuai SOP,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, simulasi meliputi latihan prosedur tanggap darurat, pengujian peralatan keselamatan, serta pengecekan jalur evakuasi di area kerja. Peserta juga dilatih untuk meningkatkan koordinasi antar personel dan pihak terkait.
Di lokasi yang berbeda, General Manager PLN UIT JBB, Himmel Sihombing, menegaskan bahwa membangun kepedulian terhadap tanggap bencana sangat penting diajarkan kepada seluruh pekerja, bukan hanya pegawai tetapi juga tenaga alih daya yang terlibat langsung dalam lingkungan kerja. Ia menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi ajang latihan yang wajib diadakan setiap tahun di seluruh unit kerja PLN UIT JBB.
Melalui kegiatan tersebut, PT PLN (Persero) UIT JBB berkomitmen melaksanakan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja secara berkelanjutan serta meningkatkan kesiapan personel dalam menghadapi potensi keadaan darurat di lingkungan operasional.


