26.7 C
Jakarta

Ayatollah Ali Khamenei Tewas Dihantam 30 Bom Amerika Serikat

Published:

RBN, INTERNASIONAL – Tidak ada yang menduga pimpinan tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Israel dan Amerika Serikat. Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa Ayatollah Khamenei wafat pada Sabtu (28/2/2026) dini hari di kantornya.

Sesumbar dengan keberhasilan membunuh Ayatollah Khamenei, Presiden Donald Trump mengungkapkan cara Amerika Serikat dan Israel membunuh Pemimpin Tertinggi Iran itu.

Dalam unggahan di media sosial buatannya, Truth Social, pada Sabtu (28/2/2026), Trump mengeklaim Khamenei tewas setelah intelijen melacak pergerakan dia.

“Dia [Khamenei] tak mampu menghindari Sistem Intelijen dan Pelacakan Tingkat Tinggi kami, dan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada satu pun yang bisa dilakukan dia atau pemimpin lain yang tewas bersamanya,” kata Trump, dikutip Reuters.

Trump sebelumnya mengumumkan Khamenei tewas dalam serangan bersama AS-Israel pada Sabtu.Menurut media Israel, Khamenei berada di ruang bawah tanah di kediamannya. AS dan Israel dilaporkan menjatuhkan sekitar 30 bom untuk menargetkan dia di lokasi tersebut.

Di luar itu, sejumlah sumber AS mengatakan pemerintahan Trump dan pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah mengatur serangan terhadap Iran agar bertepatan dengan pertemuan Khamenei bersama penasihatnya.

Pihak Israel mengeklaim Khamenei tewas bersama dengan Komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Pakpour dan eks Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Shamkhani. Tak ada informasi lebih lanjut soal lokasi pertemuan.

Dua sumber Iran mengatakan Khamenei sempat bertemu Samkhani dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani di lokasi yang aman sesaat sebelum serangan.

Salah satu sumber AS mengatakan Khamenei mulanya diperkirakan akan menggelar pertemuan pada Sabtu malam di Teheran. Namun, intelijen Israel mendeteksi pertemuan mereka pada Sabtu pagi.

Hasil informasi itu kemudian menjadi alasan AS-Israel memajukan serangan pada Sabtu pagi.Serangan kedua negara itu juga menyebabkan 201 orang tewas dan lebih dari 700 lainnya mengalami luka-luka.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terkini

spot_img