RBN, DEPOK – Kisruh antara atlet balap Kota Depok dengan pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kota Depok berbuntut panjang. Pasalnya, ketua IMI Kota Depok, Handiayana Sihombing mengancam akan mencabut Kartu Ijin Start (KIS) sebagai syarat balapan milik atlet asal Kota Depok yang menuntut haknya ke IMI Kota Depok.
Legenda balap tanah air asal Kota Depok, sekaligus pemilik brand AHRS (Asep Hendro Racing Sport), Asep Hendro angkat bicara soal kisruh yang terjadi di IMI Kota Depok. Dia menyayangkan jika atlet muda asal Kota Depok yang harus menjadi korban.
Asep Hendro menyampaikan pihaknya siap pasang badan, membantu para pembalap muda Kota Depok untuk menuntut haknya. “Jangan sampai anak-anak jadi korban, masa depan mereka masih panjang,” tukas Asep Hendro.
Dia juga mengaku siap, Bersama para atlet untuk menghadap ke KONI Kota Depok, guna menyelesaikan masalah yang terjadi di internal IMI Kota Depok. Jika memang ada yang harus dibicarakan, sebaiknya pihak pengurus dan pihak yang terlibat mau duduk bareng.
“Saya siap membantu teman-teman, dan mengajak duduk bareng antara pengurus dan pembalap agar mau membuka data permasalahan yang timbul,” tukas Asep Hendro.
Dia juga mengajak pengurus dan pembalap, sama-sama menerima dan membuka fakta apa yang sebenarnya terjadi di internal IMI Kota Depok.
“Kita harus duduk bareng, dan bicara dengan kepala dingin, jangan sampai malah atlet yang jadi korban, ini masa depan dunia balap Kota Depok sebaiknya kita selelsaikan dengan kepala dingin,” tukas Asep Hendro.
Dia juga mengaku akan menyelesaikan masalah tersebut ditingkat KONI Kota Depok, IMI Jabar, bahkan ke IMI Pusat.
“Jika tidak selesai ditingkat KONI, akan saya tempuh hingga IMI Pusat, agar masa depan balap Kota Depok bisa lebih baik,” tukas Asep Hendro.
Asep Hendro juga mengaku tidak mengenal secara pribadi ketua IMI Kota Depok, Handiyana Sihombing. Sehingga jika memang ada permasalahan yang harus diselesaikan sebaiknya dilakukan dengan duduk bareng.
Dia berharap diskusi yang dilakukan secara terbuka, dengan membuka data yang dimiliki antara kedua belah pihak antara pengurus, dan atlet yang terlibat.
“Saya tidak kenal secara pribadi dengan ketua IMI Kota Depok, kalau memang mau memajukan olahraga balap di Kota Depok mari kita duduk Bersama, bicara dengan fakta, membuka data,” tukas Asep Hendro.
Sementara diberitakan sebelumnya, Ketua Pengcab IMI Kota Depok, Atet Handiyana Sihombing membantah, keluhan yang disampaikan dua atlet balap asal Kota Depok, Muhammad Firza Hibatullah (20), dan Muhammad Ridwan Setiawan (20). Dia mengaku rela, Kota Depok tidak bisa melanjutkan ajang Porprov Jabar jika memang pembalapnya tidak mau melanjutkan sesi final.
“Kalau mau mundur ya silahkan, itu kan hak mereka saya tidak akan nahan, tetapi jelas kami akan melakukan juga tindakan tegas, kami akan bersurat resmi kepada IMI Pusat dengan tembusan KONI Pusat. Kami akan membuat permohonan untuk pencabutan kartu izin bagi kedua pebalap itu,” tegas Handiyana.


