RBN, CILEGON – Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB) melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Cilegon terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong UMKM naik kelas. Salah satunya adalah program inovatif yang bertajuk “Pemanfaatan FABA sebagai Pupuk dan Paving Block untuk Wisata Petik Melon di Bawah Jalur Transmisi SUTT 150 kV”.
Program ini berhasil menghadirkan hasil nyata berupa panen melon kualitas premium sekaligus pemberdayaan masyarakat lokal.Kegiatan ini dilaksanakan di lahan Kelompok Tani Green Sulur yang berlokasi di Kelurahan Pabean, Kecamatan Purwakarta, Kota Cilegon, Banten. Sejak berdiri pada 2019, kelompok ini awalnya menggunakan metode budidaya konvensional di lahan terbuka. Namun berkat dukungan PLN, kini mereka telah bertransformasi dengan memiliki greenhouse modern dan menerapkan sistem hidroponik NFT.
Inovasi utama dalam program ini adalah pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), hasil samping pembakaran batu bara. Limbah tersebut diolah menjadi pupuk organik untuk tanaman melon, serta dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block untuk jalur akses dan area pedestrian di lokasi wisata petik melon. Hal ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan ramah pengunjung.
General Manager UIT JBB, Himmel Sihombing, mengapresiasi keberhasilan program TJSL ini.“Inisiatif ini membuktikan bahwa pengelolaan limbah FABA dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih hijau, program ini juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Kami berharap program ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai kontribusi PLN dalam pembangunan berkelanjutan, selain keterlibatan masyarakat dalam menjaga aset PLN ” ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Green Sulur, Mulyadi, turut merasakan dampak signifikan dari program ini. Sebelum adanya dukungan PLN, kelompoknya hanya mampu panen tiga kali dalam setahun dengan rata-rata produksi satu ton per musim, menghasilkan sekitar Rp 25 juta per panen.Kini, setelah adanya program TJSL PLN, mereka mampu melakukan hingga tujuh kali panen dalam setahun dengan potensi pendapatan mencapai Rp 175 juta. Selain itu, peningkatan kapasitas produksi juga membuka lapangan kerja baru, dengan jumlah anggota kelompok yang bertambah dari 4 orang menjadi 7 orang.
Program TJSL ini menjadi wujud nyata komitmen PLN UIT JBB dalam mendukung ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan. Ke depan, PLN akan terus mengembangkan program serupa di berbagai wilayah dengan potensi pemanfaatan lahan dan limbah industri untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


