DEPOK – Urban Spiritual Indonesia, bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Direktorat Kebudayaan UI, Komoenitas Makara, ILUNI UI FIB dan Perempuan Bersih Narkoba dengan bangga mempersembahkan: Malam Purnama Tirakatan Pancasila (BLUE MOON MEDITATION) Malam kontemplasi di bawah cahaya Blue Moon, bulan purnama langka yang hadir untuk menyalakan cahaya kedamaian dan welas asih sebagai refleksi kelahiran Pancasila untuk Indonesia.
Dalam acara ini hadir sejumlah tokoh yang menjadi narasumber, di antaranya Pakar Religi Jawa dan Co-Founder Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani, Direktur Kebudayaan UI Dr. Ngatawi Al Zastrouw, Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr. Untung Yuwono, Sejarawan Nasional Dr. Bondan Kanumoyoso, dan Ketua ILUNI UI FIB Visna Vulovik.
“Dalam meditasi Malam Purnama Tirakatan Pancasila di hari Waisak ini, peserta diajak berkontemplasi meneguhkan ruang hening pada kejernihan batin, menyadari nilai-nilai luhur Pancasila, dengan merasakan bumi yang menopang tubuh, langit malam memeluk keheningan, angin berhembus penuh kelembutan, cahaya purnama Blue Full Moon yang langka sebagai saksi perjalanan batin masing-masing diri dengan penuh welas asih. Energi purnama yang langka itu dapat memberikan efek ekstra mendalam bagi kesadaran spiritual, dan menjadi siklus penutup untuk menetapkan niat jangka panjang, serta memulai transformasi diri dengan penuh kesadaran perpegang teguh pada kelima sila Pancasila dalam setiap tindakan mengikuti ritme semesta yang lebih besar, dan menemukan makna yang lebih dalam dari berbagai peristiwa yang ada. Kesadaran tersebut menuntun setiap tindakan seseorang selalu hadir sebagai saksi diri. Dengan begitu, nilai-nilai luhur Pancasila selalu hidup dalam setiap kehidupan manusia yang sadar, karena ia bersaksi bagi diriNya sendiri”, ujar Co-Founder Urban Spiritual Indonesia Dr. Turita Indah Setyani.
“Pancasila itu digali dari laku hidup dan tata nilai yang dijalankan oleh bangsa Nusantara. Pancasila bukan lah gagasan atau konsep yang mengawang, abstrak dan tidak jelas. Problem Pancasila saat ini adalah dia hanya jadi slogan, bahan pidato dan retorika yang jauh dari laku hidup. Pancasila saat ini mengalami surplus kata-kata tapi minus keteladanan” , ujar Direktur Kebudayaan Universitas Indonesia Dr. Ngatawi Al Zastrouw
“Meditasi, refleksi, dan tirakatan yang kita lakukan malam ini bukanlah bentuk menjauh dari realitas sosial, melainkan upaya mendekatkan diri pada kesadaran yang lebih jernih agar kita mampu menghadapi kehidupan dengan lebih bijaksana, lebih toleran, dan lebih penuh empati. Saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat memperkuat fungsi kampus sebagai ruang perjumpaan. Kampus harus menjadi tempat bertemunya ilmu pengetahuan, kebudayaan, spiritualitas, dan kemanusiaan. Dari ruang-ruang seperti inilah semangat persatuan dan dialog antar-manusia dapat terus tumbuh”, ungkap Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia Dr. Untung Yuwono.
“Malam Tirakatan Pancasila diselenggarakan sebagai ruang hening untuk mengenang, merefleksikan, dan meneguhkan kembali nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan zaman, Pancasila hadir bukan sekadar sebagai dasar negara, melainkan juga sumber inspirasi moral yang menuntun lahirnya sikap kemanusiaan, persatuan, keadilan, dan gotong royong dalam perjalanan bangsa”, kata Sejarawan Nasional Dr. Bondan Kanumoyoso
“Melalui Malam Purnama Tirakatan Pancasila, kami para alumni ingin menegaskan bahwa spiritualitas, kebudayaan, dan nasionalisme bukanlah hal yang terpisah, melainkan fondasi utama yang menjaga teguhnya kemanusiaan kolektif kita. Di tengah dinamika zaman yang kian kompleks, ILUNI UI FIB berkomitmen menjadikan ruang publik kampus menjadi episentrum perjumpaan dan kontemplasi budaya untuk menyalakan kembali cahaya kedamaian, toleransi, serta komitmen nyata demi Indonesia yang adil dan beradab.” , ungkap Ketua Iluni UI FIB Visna Vulovik.
Dalam acara ini, hadir pula sejumlah tokoh yang ikut mendukung berlangsungnya acara seperti Wakil Dekan 2 FIB UI Dr. phil. Lily Tjahjandari, M.Hum, Ketua Komoenitas Makara Fitra Manan, Ketua Umum CEO Indonesia; Perempuan Bersinar Trisya Aisyah Suherman, SE, MM, CWC, Cidesco, Kepala PPKB FIB UI Dr. Ahmad Fahrurodji, Komisaris Utama Mustika Ratu Putri Kus Wisnu Wardani, Direksi Kawan Lama Group sebagai Managing Director PT Toys Games Indonesia, Pendopo, dan ATARU Tasya Widya Krisnadi, Tenaga Ahli Pengajar Bidang Hukum & HAM Lemhanas Irjen Pol Dr. Chaidir, M.Si, M.P.P, M.Han, Kaprodi Sastra Perancis FIB UI Dr. Suma Riella Rusdiarti, Dosen Sastra Daerah untuk Sastra Jawa FIB UI Dr. Ari Prasetiyo, Founder BWCF Seno Joko Suyono, Jurnalis & Co-Founder Yayasan Kalyanamitra, Kontributor bidang pemberdayaan perempuan, seni dan budaya Debra Yatim, dan Pegiat Budaya Abang Ahmad. Sedangkan Gubernur Akademi Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M. meskipun berhalangan hadir namun tetap memberikan dukungan pada acara ini.


