RBN, DEPOK – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui peluncuran program PLN Circular Waste Initiative. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui PLN Peduli tersebut resmi diluncurkan di Gedung BLK Dompet Sampah, Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa (14/7).
PLN Circular Waste Initiative merupakan program pemberdayaan masyarakat yang mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mendorong pengelolaan sampah menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Melalui program ini, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, tetapi diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat dan komunitas penggiat lingkungan.
Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDGs 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Barat (UIT JBB), Ayuningtyas Prihartini, yang hadir mewakili Manajemen, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) melalui program TJSL yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
“PLN tidak hanya berkomitmen menjaga keandalan pasokan listrik, tetapi juga menghadirkan program-program yang mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan. Melalui PLN Circular Waste Initiative, kami ingin mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi sirkular yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi timbulan sampah,” ujar Ayuningtyas.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program, PLN memberikan pelatihan teknis pengolahan sampah plastik kepada 25 peserta serta memperkuat sarana dan prasarana pengolahan sampah. Bantuan yang diberikan meliputi mesin pencuci cacahan plastik, mesin CNC, mesin amplas papan plastik, serta dukungan mobilitas ramah lingkungan berupa baterai sepeda motor listrik Volta.
Melalui dukungan tersebut, kapasitas pengolahan sampah diharapkan semakin meningkat, proses produksi menjadi lebih efisien, dan kualitas produk daur ulang semakin baik. Dengan penguatan teknologi dan peningkatan kompetensi masyarakat, komunitas penerima manfaat diharapkan mampu menghasilkan produk berbahan dasar sampah plastik yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan berdaya saing.
Lurah Krukut, Roni, S.E., A.Md.Kes., menyampaikan apresiasinya atas kontribusi PLN dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Menurutnya, pengelolaan sampah sejak dari sumber menjadi langkah penting dalam mengurangi beban sampah sekaligus membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMKI Utama sekaligus Pembina Dompet Sampah, Suherman, mengapresiasi dukungan PLN melalui program TJSL PLN Peduli yang dinilai menjadi motivasi bagi komunitas untuk terus mengembangkan inovasi pengelolaan sampah.
“Dukungan ini tidak hanya memperkuat fasilitas yang kami miliki, tetapi juga memberikan semangat baru bagi masyarakat untuk terus mengembangkan pengelolaan sampah menjadi produk yang bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi lingkungan,” ungkap Suherman.
Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan, PLN berharap PLN Circular Waste Initiative dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ekonomi sirkular yang mampu menciptakan lingkungan lebih bersih, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya masa depan yang hijau dan berkelanjutan.


